[Deg-degan Tokimatsu] Studi Indonesia 4

Sesi studi sebelum pergi ke Indonesia. Target utama penelitian adalah pemanasan untuk pertunjukan wayang kulit mini.

1.
Mengenai wayang kulit kesenian tradisional Jawa
Penceramahnya Bpk. Endo
Mempertunjukkan wayang dengan menggunakan boneka yang sesungguhnya dengan layarnya.

Bagian pemain (Dalang)
Bagian bayangan
Bisa dilihat dari manapun

Saya kaget karena saya pikir menonton “bayangan” nya tetapi ternyata yang lumrah katanya adalah menonton seluruh bonekanya dari belakang punggung dalangnya.

2.
Seluruh boneka milik pribadi
(Sangat banyak jumlahnya)

Bpk Endo sibuk mempertunjukkan wayang dan memberi penjelasan
Boleh menonton secara bebas sambil tiduran, jalan, makan, minum dll.

3.
Ditemani kacang dan kopi

1.
Walau hanya untuk bayangan tapi bonekanya berwarna warni (bahkan depan belakang pun berwarna).
Sangat indah sekali
Dari sudut muka, warna, dan hiasannya bisa dilihat kedudukan dan watak dari karakter tersebut.
Dimainkan dengan ganggang yang terbuat dari tanduk kerbau atau kulit penyu.

2.
Kalau menyebut bayangan
Ingat ini
Kami pikir asalkan bayangan yang terbentuk bagus sudah cukup, tetapi kami kagum melihat boneka ini secara visual.
Kulit kerbau yang tipis kecoklatan dihiasi ukiran menerawang yang sangat mendetil sehingga bayangan yang terlihat membentuk renda halus yang penuh warna ini merupakan kepiawaian pemahat ahli yang tidak mungkin ditiru.

3.
Wayang mula-mula diadakan untuk ritual.
Tidak hanya menyandang peran sebagai pertunjukan tetapi sebagai tempat menampung jiwa para dewa sehingga bentuk wayang itu sendiri harus sempurna.
Memang dilihat dari pembuatannya levelnya setara dengan patung Buddha atau bangunan keagamaan.

1.
Wayang dipertunjukkan sepanjang malam
Yaitu hingga 8 jam

2.
Tidak ke toilet?
Tidak.

3.
Hanya teh manis dan rokok saja.
Bagaimana makannya?
Oh begitu, sungguh luar biasa…

Gallery

[Jejak Kaki] Studi Indonesia 4

2016.08.29