[Deg-degan Tokimatsu] Orang-orang yang bertemu di Indonesia

Kami telah mendengarkan berbagai pendapat bagaimana perasaan atau dari kesadaran serta pencobaan berkarya para pencipta kontemporer dalam mewarisi tradisi. Rasanya di balik kreativitas sebagai seorang seniman, secara alami ada kebanggaan dan rasa hormat terhadap budaya dan tradisi mereka. Saya ucapkan banyak terima kasih atas penerimaan kunjungan yang tiba-tiba dan dengan ringan hati menunjukkan banyak hal kepada kami!

1.
Orang-orang yang bertemu di Indonesia

2.
Mas Bayu adalah seorang perancang batik yaitu kain tradisional khas Jawa. Sebagai seorang pencipta, sedang naik daun karena menciptakan karya dengan imajinasi baru yang belum pernah ada selama ini.

Lingkungan yang bagus…!

3.
Mas Bayu adalah kenalan lama mas Endo.
Di rumahnya yang berpemandangan indah dan melalui jalan mendaki jalanan gunung yang berliku.
Dilengkapi juga dengan studio dan pengrajin yang sedang melukis.

4.
Pengrajin diam-diam bekerja dengan teliti di ruangan terbuka dengan angin dan cahaya alami.

1.
Menunjukkan cara memainkan wayang dengan penuh kegembiraan.

2.
Pak Wija yang adalah seorang dalang ini membuat boneka wayangnya sendiri yang tidak bisa dilihat di tempat lain. Binatang dan dinosaurus, boneka yang payudaranya bisa bergerak dll, sangat menarik! ternyata semua dibuat sendiri, tipikal seorang seniman. Dia juga mempertunjukkan “wayang seorangan” yaitu dari menabuh gamelan sampai memainkan wayang semua dilakukannya sendirian (masih dalam percobaan).

3.
Besar

Pikiran murni anak-anak memenuhi suasana ruang studio.

Jumlah wayang tidak terhitung.

1.
Prof. Dibia yang memiliki banyak gelar seperti….pendiri GEOKS Art Space, guru besar ISI, direktur, koreografer dan penari. Kami bisa mendengarkan banyak cerita menarik dari pengetahuannya yang sangat banyak, baik sebagai seorang aktor maupun sebagai direktur.

2.
Prof. Dibia mengenakan topeng dan menunjukkannya kepada kami.
Bahkan dengan gerakan sedikitpun, bisa menunjukkan kekuatan yang mengesankan.

3.
Jika seorang pemain memiliki “TAKSU” bisa sangat terpesona.

TAKSU adalah?
Kekuatan suci dari seseorang yang dibawa dari lahir. Bakat dapat berkembang jika dilatih sesuai dengan taksunya.

Saya pikir, orang telah mempunyai pekerjaan yang sesuai bakat mungkin karena ada “taksu”.

4.
Bahasa Indonesia, bahasa Jepang, bahasa Indonesia …lancar sekali
mbak Maeda yang dengan lancar telah menunjukkan kemampuan hebatnya seperti interpreter simultan.
“Itulah taksunya mbak Maeda!”


1.
Mas Eko adalah seorang seniman. Dia menangani seni kontemporer dengan tema Indonesia dan mengembangkan berbagai jenis proyek untuk menyampakannya kepada orang-orang di Indonesia secara luas.

2.
Ini adalah adegan latihan drama modern kreasi baru menggunakan wayang yaitu “Wayang Bocor”. Suasananya sangat menyenangkan dan harmonis.

3.
Eko yang cintanya sangat besar terhadap budaya sendiri. Sehingga bisa belajar bagaimana seniman kontemporer berpikir tentang tradisi.

4.
Sekilas terlihat seperti pemandangan jamuan menikmati bunga sakura mekar.


1.
Boneka wayang unik bernuansa sangat HIP HOP. Lady Gaga dan super Hulk pun ada.

2.
Agak mirip

3.
Parker
Sepatu kets

4.
Dalang muda Ki Catur yang membuat “Wayang Hip Hop” dengan menggabungkan wayang dengan hip hop. Juga mementaskan wayang tradisional. Dia membuat cerita dan latar belakang yang baru sambil berpikir bagaimana supaya bisa membuat anak-anak tertarik pada wayang. Itu sangat mengesankan karena berarti itu bukan berupa penolakan terhadap karya klasik melainkan justru rasa hormat.


1.
Studio pak Sukasman

2.
Sebuah tempat yang seperti tempat persembunyian rahasia yang gemerlap dari cahaya yang masuk. Rasanya di sana masih ada alm. Sukasman.

3.
Masih banyak bermacam-macam barang tertinggal di sana.

4.
Semua mendengarkan pak Yoyok yaitu teman lama pak Sukasman yang membantu pertunjukan Wayang Ukur.

5.
Studio pelukis pak Sukasman pencipta Wayang Ukur yang sudah tiada. Boneka dengan kecantikan seperti karya seni, peralatan panggung dan patung-patung, sejumlah relief-relief besar setengah jadi….Masih dirasakan nafasnya secara nyata seakan-akan sampai beberapa saat yang lalu pak Sukasman ada di tempat ini.


1.
Mbak Dewi penari yang beraktivitas di Bali. Guide kami di Bali yang mempertemukan kami dengan berbagai tempat / orang yang mempunyai arti mendalam saat ini

2.
“Ini tidak pedas”
“Pedesss”

Saya berhutang budi pada mbak Dewi yang membelikan saya bubur lezat dan minuman manis.

3.
Meskipun kami tidak bisa melihat pertunjukannya, tetapi jika dia menari pasti bagus sekali … karena postur tubuhnya bagus.

4.
“Arigato ya”
“Sama-sama”

Mbak Dewi yang merupakan teman lama mbak Maeda. Keduanya seperti kakak beradik. Mbak Maeda menjadi sangat cantik ketika datang ke Bali (tertawa)

5.
Ngomong-ngomong, mas Endo makin lama makin bersemangat kalau tinggal di Indonesia.
“Jus ini enak lho”
Wajahnya sumringah.

Gallery

[Jejak Kaki] Penelitian Lapangan di Indonesia

2016.09.27