Anggota

Yuichi Kinoshita (PhD)

Pemilik Kinoshita Kabuki. Lahir di prefektur Wakayama tahun 1985. Pada waktu kelas 3 SD (8 tahun) terpesona mendengar Rakugo Kamigata dan mulai belajar rakugo secara otodidak, setelah itu berangsur menaruh perhatian pada kesenian klasik seperti noh, kyogen, tari tradisional Jepang (kyomai), bunraku, serta kabuki dan mempelajari seni pertunjukan kontemporer.
Pada tahun 2006 di bawah bendera Kinoshita Kabuki menjadi produser, asistens dan sutradara pementasan repertoar klasik.Dari April 2014 Yayasan Kebudayaan Saison Junior Fellow Foundation.Pada tahun 2015 dinominasikan untuk mendapat penghargaan bagi karya pementasan paruh waktu pertama Piala Teater Yomiuri Tahun 2015 yang diberikan untuk menghormati orang-orang teater dan panggung yang unggul. Pada Maret 2016 kinerja praktisnya pada penelitian mengenai produksi baru kabuki pada kesenian modern dihargai dengan meraih gelar PhD dari program pascasarjana di Kyoto University of Art and Desain. Dia mendapatkan penghargaan bernama the National Arts Festival New Artist Award oleh Dinas Kebudayaan atas jasa Kanjincho yang dipentaskan pada tahun 2016, dan juga menerima anugerah bernama the Kyoto City Special Bounty Program for Art pada tahun 2017. Selain itu juga banyak melaksanakan kegiatan seperti menulis dan memberi kuliah mengenai kesenian klasik.
http://kinoshita-kabuki.org

Takashi Sonoda

Penulis teater, editor, dan kepala editor majalah teater “BITE”. Sejak tahun 2000an mulai ikut berpartisipasi terjun ke lapangan pembuatan karya teater, dan berpengalaman dalam berbagai bisnis teater dari yang kecil hingga teater komersial. Dari tahun 2005 sebagai staf redaksi majalah teater “Buku Teater (Engeki Book)” mewawancarai para pemuka teater kontemporer dalam negeri yang mewawancarai banyak penulis drama, sutradara teater, aktor, dan staf. Dari saat itu menonton karya teater 150 – 200 buah per tahun, dan mulai menjelajahi berbagai teater yang ada di metropolitan Tokyo hingga di seluruh wilayah Jepang. Setelah selesai menjabat wakil editor “Buku Teater”, saat ini menerbitkan majalah teater “BITE” yang dipimpinnya sendiri, dengan bertujuan menciptakan pemerataan di lingkungan teater dan secara aktif mengangkat adegan teater kecil yang sulit dijadikan target untuk diliput oleh media masa. Selain itu majalah seni khusus teater, brosur pertunjukan, situs informasi pertunjukan, menulis majalah gratis dan aktifitas lain yang berhubungan dengan kontes dan dunia teater.
http://www.land-navi.com/bite/

Haruna Tokimatsu

Pelukis, ilustrator. Lahir di prefektur Chiba tahun 1984. Lulusan Tama Art University. Saat kuliah mengadakan pameran tunggal yang pertama. Dengan menggunakan sharp pensil, pensil berwarna, dan cat air melukis momen santai orang-orang, dan lukisan ringannya mengenai suatu kelompok yang menyenangkan sangat dihargai sehingga dapat mengadakan pameran di Art Galeri Tokyo Opera City maupun di KIAF Korea Art Fair. Selain itu selama masa kuliah menjadi pusat perhatian seperti mendapat penghargaan khusus penilaian juri (Samuel Kung Award) pada “GEISAI 10”. Setelah itu mengadakan pameran tunggal secara teratur dengan berbasis di Ginza Galerie Tokyo Humanite dan Osaka Fukuzumi Gallery. Dalam beberapa tahun terakhir memamerkan karyanya di Korea dan Singapura dalam pameran kelompok dan mengerjakan brosur teater, serta dari tahun 2014 mengembangkan kegiatannya dengan merambah pada ilustrasi bertema noh dan kyogen seperti mengerjakan ilustrasi selebaran pertunjukan perencanaan Teater Noh Nasional dan ilustrasi brosur dan barang-barang.
http://harunatokimatsu.com

Mai Hongo

Lahir di Kyoto tahun 1979. Lulusan Jurusan Film Barat Fakultas Seni, Kyoto University of Art and Desain. Ketika kuliah ikut pembuatan teater, setelah itu mengadakan pembuatan berbagai grup teater maupun memproduksi pertunjukan. Setelah selesai menjabat sebagai staf Ruang Penelitian Studio Teater, saat ini bekerja di Perusahaan Cucanber dan bertanggung jawab untuk produksi MONO dan Kabenohanadan.Sejak tahun 2010 bergabung dengan Kinoshita Kabuki untuk proyek Kyoto x Yokohama 2010 (Kanjicho) . Selain itu kegiatan utamanya akhir-akhir ini adalah untuk dots, KYOTO EXPERIMEN fringe (2011, 2012) dll.
http://kinoshita-kabuki.org

Yu Endo

Mempelajari tentang kesenian India dan budaya turunannya di Shinshu University. Setelah lulus ia bekerja untuk musisi luar negeri dan di perusahaan penyelenggara konser. Pada tahun 2003 ia pergi belajar ke Institut Seni Indonesia Surakarta (eks STSI Surakarta) sebagai penerima beasiswa Pemerintah Indonesia. Pada tahun 2004 – 2011 tinggal di Yogyakarta dan sementara kuliah di pascasarjana Universitas Gadjah Mada, ia mengadakan penelitian kesenian tradisional Jawa wayang kulit. Memperdalam pertimbangan pada tema tentang fungsi dan peran kesenian tradisional yang mengubah dalam masyarakat urbanisasi. Setelah kembali ke Jepang, bekerja mengajar di universitas dan bekerja untuk the Japan Foundation.

Yoshiko Maeda

Sewaktu sedang kuliah di Universitas Kajian Asing Tokyo, walaupun jurusan bahasa Perancis tetapi belajar ke Indonesia di Universitas Gadjah Mada. Meneliti tentang pengaruh yang diterima di dalam dan di luar Bali, setelah ada peluang bersejarah yaitu pertunjukan tari tradisional Bali pertama kalinya di Perancis, dan lulus program master pascasarjana Universitas Tokyo Fakultas Budaya Komprehensif Jurusan Seni dan Budaya. Tahun 2007 mulai bekerja di the Japan Foundation.